Saturday, 13 July 2013

Yang perlu dipertimbangkan dalam membeli mobil bekas




Pertanyaan-pertanyaan sebelu memutuskan untuk membeli mobil-motor:

1. Tujuan membeli mobil
Tentukan jenis mobil yang akan dibeli berdasarkan penggunaannya. Misalkan, bila digunakan untuk menjemput anak sekolah, pilih mobil yang menawarkan ruang lega. Atau untuk keperluan transportasi kerja, pilih yang nyaman dan irit bahan bakar. Gaya hidup Anda juga berperan menentukan jenis mobil yang akan dibeli.

2. Tentukan fitur-fitur yang harus ada di mobil yang hendak Anda beli

Seperti AC, aneka macam power, CD charger dll. Tulis semua dalam list. Termasuk pula fitur-fitur safety seperti rem ABS, airbag, child door lock, dll. Ketika Anda sedang memeriksa mobil bekas yang Anda minati, pastikan Anda memeriksa dengan seksama fitur-fitur tersebut.

3. Hitung berapa besar kemampuan finansial untuk membeli mobil

Meskipun mobil bekas menawarkan harga mobil yang relatif lebih murah, Anda tetap perlu menghitung kemampuan finansial Anda. Pertimbangkan juga opsi-opsi termasuk uang muka dan pembayaran bulanan bila kredit.
Bila Anda sudah menentukan sejumlah tipe/model dan merek, analisa kelebihan dan kekurangannya. Anda bisa mendapatkan informasi dari teman yang pernah menggunakan mobil yang diincar. Bisa juga dari situs-situs otomotif dan klub-klub otomotif yang ada.
Cari informasi sebanyak-banyaknya dari masing-masing merek itu termasuk resale value, performa, layanan perbaikan dan harga/ketersediaan komponennya. Dari sana Anda bisa menentukan mobil mana yang benar-benar sesuai.

Sebesar apapun keinginan, kepala harus tetap dingin

Harus diingat, membeli mobil bekas bisa juga membeli problem orang lain.


MEMBELI MOBIL BEKAS

Untuk menghindari kita terjebak dalam perangkap para pemilik dan penjual ada beberapa tips yang dapat berguna bagi kita.


1.      Periksa Latar Belakang Kendaraan.

  • Pertama, cek harga pasaran. Sebaiknya lakukan cek harga motor di pasaran terlebih dahulu, bisa dari koran, majalah atau situs jual beli.
  • Kedua, cek nomor rangka dan mesin. Periksa nomor rangka dan mesin motor, lalu sesuaikan dengan nomor rangka serta nomor mesin yang tertera pada STNK maupun BPKB.
  • Ketiga, cek kondisi fisik. Periksa kondisi seluruh bodi. Apakah terlihat banyak goresan, kondisi retak ataupun pecah. Akan lebih baik jika semua yang menempel pada motor adalah parts orisinil.
  • Keempat, periksa kondisi oli mesin dan speedometer. Usahakan buka dan ukur oli yang ada di dalam mesin. Pastikan ukuran oli tidak berlebihan, karena oli yang berlebih akan membuat suara mesin menjadi lebih halus, sehingga dapat menyembunyikan suara asli motor yang mungkin berbunyi kasar atau berisik. 
Periksa juga kelistrikan dan lampu-lampu seperti lampu motor depan, lampu sein, lampu rem belakang, klakson, lampu speedometer, atau electric starter motor. Apabila semua berfungsi atau hidup, berarti tidak ada kerusakan pada komponen dan kondisi aki motor tidak ada permasalahan.
Lakukan pengecekan terhadap kondisi roda. Bagaimana kelurusan antara roda depan dan belakang. Hal ini untuk meyakinkan bahwa sasis atau rangka tidak membengkok. Motor yang mengalami jatuh atau benturan keras bisa menyebabkan kebengkokan pada sasis.

2.      Jangan Terlalu Terburu-buru Dalam Membeli Mobil Second.

Cobalah kendaraan telebih dahulu karena baik buruknya akan terasa saat di kendarai di jalanan .
  • Pertama, hidupkan mesin motor dan perpindahan gigi. Coba hidupkan mesin motor tersebut, apakah bisa stationer atau langsam. Karena kondisi pada mesin yang tidak bermasalah dapat langsam pada putaran kurang lebih 1.500 rpm. Serta pastikan juga tidak ada bunyi yang kasar di dalam mesin.
  • Kedua, Jalankan kendaraan dan perhatikan posisi perpindahan gigi apakah terasa sulit atau tidak. Apabila terasa sulit berarti menandakan kampas kopling motor tersebut akan segera habis.

3.      Jangan Membeli Kendaraan Dengan Kondisi Berikut Ini

Setelah kita memeriksa latar belakang kendaraan, jangan pernah membeli kendaraan dengan embel-embel “perlu sedikit perbaikan”. Biasanya kendaraan yang demikian malah mengharuskan anda dikemudian hari melakukan perbaikan disana-sini tanpa henti. Jangan pernah membeli kendaraan yang pernah tabrakan parah terutama yang frontal atau kendaraan yang bekas terkena banjir. Walaupun kelihatannya mulus saat ini, masalah bertubi akan mengikuti mobil tersebut di kemudian hari.

4.      Jangan Bersikap Terlalu Skeptik Terhadap Penjual Mobil Second

Pada saat bertanya dan memeriksa kendaraan bersikaplah sabar dan sopan walau harus tetap berpendirian pada apa yang kita mau. Bila kita bersikap demikian dan bertemu dengan penjual yang jujur seringkali mereka akan membantu dengan maksimal dan bahkan mungkin memberikan bonus atau potongan harga. Bila tidak ingin terlalu beresiko, alangkah baiknya kita membeli mobil dari penjual yang sudah bereputasi baik dengan layanan purna jual yang baik pula.